STAINU Kotabumi Gelar Pelatihan Literasi Seksual Digital untuk Cegah Kekerasan Seksual Daring


STAINU Kotabumi – Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Cegah Kekerasan Seksual Daring Selenggarakan Pelatihan Literasi Seksual Digital dan Dorong Keluarga Sadar Digital melalui Pelatihan Literasi Seksual pada November 2025.

Thank you for reading this post, don't forget to subscribe!

KotabumiDosen Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kotabumi STAINU Kotabumi Gelar Pelatihan Literasi Seksual Digital bagi Orang Tua dan Anak yang didanai oleh dana Hibah dari LITABDIMAS

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kotabumi Lampung melalui Unit Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (UPPM) menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Literasi Seksual Digital bagi Orang Tua dan Anak sebagai upaya preventif terhadap kekerasan seksual daring. Kegiatan ini dilaksanakan oleh dosen STAINU Kotabumi Lampung sebagai bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam bidang pengabdian kepada masyarakat.

Pelatihan dilaksanakan selama dua hari, yaitu pada tanggal 20 November 2025 yang diikuti oleh para orang tua (ibu-ibu), serta pada tanggal 26 November 2025 yang diikuti oleh peserta anak-anak. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran orang tua serta anak mengenai pentingnya literasi seksual di era digital, sekaligus membekali peserta dengan pengetahuan dalam menghadapi potensi risiko kekerasan seksual di ruang daring.
Kegiatan ini mengusung tema “Keluarga Sadar Digital: Edukasi Seksual Aman bagi Anak di Ruang Online”, yang bertujuan untuk meningkatkan pemahaman orang tua dan anak mengenai pentingnya literasi seksual di era digital serta membangun kesadaran bersama dalam mencegah terjadinya kekerasan seksual berbasis daring.

Pelatihan ini menghadirkan Wulan Irodatiah Rachman, S.Psi., Psikolog, selaku pemateri. Dalam penyampaian materinya, beliau menekankan bahwa keluarga memiliki peran strategis sebagai pelindung utama anak dalam menghadapi berbagai risiko di ruang digital, khususnya terkait dengan penggunaan gawai dan media sosial.Menurutnya, literasi seksual digital perlu diberikan secara tepat dan berkelanjutan agar anak mampu mengenali batasan diri, memahami potensi bahaya di dunia online, serta berani menyampaikan kepada orang tua apabila menemukan situasi yang tidak aman.

Kegiatan berlangsung secara interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara pemateri dan peserta. Para orang tua tampak antusias mengikuti pelatihan dan berbagi pengalaman terkait pendampingan anak dalam penggunaan internet, sementara anak-anak diberikan edukasi dengan pendekatan yang ramah dan sesuai dengan usia mereka.

Pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen STAINU Kotabumi Lampung dalam melaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang pengabdian kepada masyarakat, serta sebagai bentuk kontribusi nyata perguruan tinggi dalam upaya pencegahan kekerasan seksual daring.

Melalui kegiatan ini,Dosen STAINU Kotabumi berharap dapat mendorong terwujudnya keluarga yang sadar digital, mampu menciptakan lingkungan online yang aman, sehat, dan edukatif bagi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.


</div>

		
		
			</div><!-- .entry-content .clear -->
</div>

	
</article><!-- #post-## -->


	        <nav class= Post navigation

Scroll to Top