Sejarah Kampus

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama (STAINU) Kotabumi lahir untuk merespon kebutuhan warga nahdtiyah agar terbentuknya sebuah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama yang kental dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama serta mengadopsi paradigma Nahdlatul Ulama secara mendalam.

“Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama” (STAINU) Kotabumi berawal dari gagasan pendirian perguruan tinggi Islam yang disepakati pada 19 Desember 2009, bertempat di rumah Bapak H. M. Isa, S.Ag., M.Pd.I. Pertemuan tersebut dihadiri sembilan tokoh yang memiliki gagasan dan komitmen bersama untuk mendirikan serta mengembangkan lembaga pendidikan tinggi Islam di Kotabumi, yaitu:

    1. Drs. KH. Imam Muhyidin
    2. Drs. M. Munzir, M.H.I.
    3. H. Son Haji Aziz
    4. Fauzan, M.Ag.
    5. H. M. Isa, S.Ag., M.Pd.I.
    6. Drs. H. Makmur, M.Ag.
    7. H. Erwinto, S.Ag., M.Kom.I
    8. Drs. KH. Abdul Qodir, M.Pd.I.
    9. H. Ma’sum Busthomi, S.Pd., M.I.P.

Kesembilan tokoh tersebut menjadi bagian penting dalam sejarah awal pembentukan STAINU Kotabumi.

STAINU Kotabumi memperoleh izin operasional pada 27 Januari 2012 berdasarkan SK Dirjen Pendidikan Islam Nomor: Dj.I/149/2012 tentang Persetujuan Pendirian Perguruan Tinggi Swasta. Tanggal tersebut kemudian ditetapkan sebagai hari lahir atau hari jadi STAINU Kotabumi.

Pada tahun 2012, STAINU Kotabumi untuk sementara berkedudukan di Pondok Pesantren Al-Qudsiyyah Kembang Tanjung, Kotabumi, Lampung Utara. Pada tahun 2015, lokasi kampus berpindah ke PCNU Lampung Utara. Selanjutnya, pada tahun 2020, STAINU membeli lahan seluas kurang lebih 2 hektare dan membangun gedung kampus sendiri di Jalan Kaplingan, Desa Bumi Raya, Kecamatan Abung Selatan, Kabupaten Lampung Utara, yang dipilih karena lokasinya strategis bagi kegiatan akademik mahasiswa.

Dalam bidang akademik, pada tahun 2012 STAINU Kotabumi memiliki dua program studi, yaitu Hukum Keluarga Islam (HKI) dan Pendidikan Bahasa Arab (PBA). Pada tahun 2019, STAINU menambah Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI). Kemudian pada tahun 2025, STAINU kembali menambah dua program studi, yaitu Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Ekonomi Syariah (ES).

Perjalanan STAINU Kotabumi dari gagasan awal, proses pendirian, hingga perkembangan kelembagaan dan program studi merupakan bagian dari ikhtiar berkelanjutan dalam menghadirkan pendidikan tinggi Islam bagi masyarakat Kabupaten Lampung Utara dan sekitarnya.

Sekolah Tinggi Agama Islam Nahdlatul Ulama lahir untuk merespon kebutuhan warga nahdtiyah agar terbentuknya sebuah Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama yang kental dengan nilai-nilai Nahdlatul Ulama serta mengadopsi paradigma Nahdlatul Ulama secara mendalam.

Scroll to Top